Sabtu, 16 Januari 2021

KUPU-KUPU SENJA

 Langkahnya semakin jauh.. meninggalkan ribuan jejak semu. Kakinya terus melaju.. tak peduli akan seekor kupu-kupu yang terjatuh di belakangnya. Kupu-kupu itu berteriak lirih memanggil-manggil namanya.. namun dia tetap memandang ke depan. Tak pernah sekalipun ia menengok ke belakang, apapun hal yang terjadi ia tak menghiraukannya. Langkah kakinya kian mantab.. jejak-jejaknya pun terasa semakin berlalu. Tak tau arah manakah yang akan menghentikan jejaknya.. tempat manakah yang akan ia tuju..


Langkah kakinya bergerak semakin cepat.. sementara sang kupu-kupu terus terbang mengikuti arah jejaknya. Namun ia tetap tak menyadai keberadaan sang kupu-kupu itu. Matanya hanya tertuju pada satu tempat itu.. tempat yang akan ia tuju. Suatu tempat yang jauh.. Tempat dimana sang kupu-kupu tak akan bisa menemukan jejaknya lagi..

Sang kupu-kupu terus mengepak-ngepakkan sayap rapuhnya yang hampir patah, dan terus mengejar sosok yang hampir tak terlihat bayangnya.. hingga akhirnya kabut senja pun tiba, kupu-kupu itu kembali terjatuh.. pandangannya kabur, seluruh matanya tertutup oleh gelapnya kabut senja.. semuanya tak dapat terlihat. Seketika itu juga, sosoknya tak terlihat lagi.. kupu-kupu itu telah kehilangan jejaknya. Menyadari hal itu, sang kupu-kupu semakin putus asa.. namun ia tetap berusaha untuk terbang.. kupu-kupu itu terus mengepak-ngepakkan sayapnya.. namun lagi-lagi terjatuh.. kini sayapnya benar-benar patah.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar